BIMA, tabaca.online.- Sore itu, suasana di Dusun Sorigenda, Desa Panda, Kecamatan Palibelo terasa berbeda. Di tengah lalu lalang kendaraan menjelang waktu berbuka, anggota Polres Bima Kabupaten bersama sejumlah awak media tampak berdiri berdampingan, membagikan takjil kepada para pengguna jalan.
Bukan sekadar kegiatan seremonial, momen tersebut menjadi gambaran kebersamaan yang hangat antara aparat kepolisian dan insan pers di Kabupaten dan Kota Bima dalam balutan semangat Ramadhan.
Kegiatan buka puasa bersama yang digelar Rabu (25/02/26) itu menjadi ruang silaturahmi yang lebih cair. Di luar tugas masing-masing — polisi dengan seragamnya dan jurnalis dengan kamera serta alat rekam — keduanya duduk satu meja, berbincang ringan sembari menunggu azan Magrib berkumandang.
Kapolres Bima, Muhammad Anton Bhayangkara Gaisar, menyampaikan bahwa Ramadhan adalah momentum yang tepat untuk mempererat hubungan kemitraan yang selama ini telah terjalin.
“Melalui kebersamaan seperti ini, kita membangun komunikasi yang lebih dekat, lebih terbuka. Media adalah mitra strategis kami dalam menjaga situasi tetap kondusif,” ujarnya, didampingi Wakapolres Saogi Sujana Angsar dan para Pejabat Utama.
Dalam suasana penuh keakraban itu, Kapolres juga berbagi cerita mengenai dinamika keamanan selama bulan suci, seperti meningkatnya potensi balapan liar dan kenakalan remaja. Namun penyampaiannya tidak dalam nada formal semata, melainkan sebagai bentuk keterbukaan kepada mitra kerja yang setiap hari menyampaikan informasi kepada publik.
Ia menegaskan, berbagai langkah telah dilakukan, mulai dari peningkatan patroli pada jam rawan hingga memaksimalkan peran Bhabinkamtibmas di desa-desa binaan. Namun, menurutnya, menjaga keamanan bukan hanya tugas polisi.
“Tanpa dukungan masyarakat dan peran media yang menyampaikan informasi secara benar dan menyejukkan, upaya ini tidak akan maksimal,” ungkapnya.
Ramadhan, lanjutnya, bukan hanya tentang menahan lapar dan dahaga, tetapi juga tentang memperkuat kepedulian dan kebersamaan. Melalui media, informasi yang akurat dapat tersampaikan, sekaligus menangkal hoaks yang berpotensi meresahkan masyarakat.
Menjelang akhir acara, suasana semakin hangat. Tawa dan obrolan ringan mencairkan sekat formalitas. Momen itu menjadi pengingat bahwa di balik tugas dan peran masing-masing, ada tujuan yang sama: menciptakan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat Kabupaten Bima dalam menjalankan ibadah Ramadhan.
Kebersamaan sederhana di sore hari itu pun menjadi simbol bahwa menjaga Kamtibmas bukan hanya soal patroli dan penegakan hukum, tetapi juga tentang membangun kepercayaan dan hubungan yang humanis.

Tidak ada komentar
Posting Komentar