Pemantauan dilakukan di atas lahan seluas kurang lebih dua hektare yang dikelola oleh kelompok tani binaan Polsubsektor Palibelo. Berdasarkan hasil pengecekan di lapangan, tanaman jagung yang kini memasuki usia tiga bulan menunjukkan pertumbuhan yang cukup signifikan. Jika kondisi tetap stabil, komoditas ini diproyeksikan siap memasuki masa panen raya pada Maret 2026 mendatang.
Meski pertumbuhan vegetatif dinilai baik, para petani mengungkapkan kekhawatiran terkait fenomena pembusukan batang tanaman akibat intensitas curah hujan yang tinggi dalam beberapa hari terakhir. Kondisi ini menjadi atensi serius karena berpotensi menurunkan kualitas dan kuantitas hasil produksi jika tidak segera mendapatkan penanganan teknis.
Merespons kendala tersebut, Kapolres Bima AKBP M. Anton Bhayangkara Gaisar, S.I.K., M.H., melalui Kasi Humas AKP Adib Widayaka, menegaskan komitmen Polri untuk mengawal masalah ini hingga tuntas. Pihaknya menyatakan akan segera melakukan langkah koordinatif dengan instansi teknis terkait guna memberikan solusi preventif bagi para petani.
"Kami menyadari bahwa keberhasilan panen adalah kunci kesejahteraan petani. Oleh karena itu, Polres Bima akan segera berkoordinasi dengan dinas terkait untuk mencari solusi taktis atas kendala cuaca ini, sehingga produktivitas lahan tetap optimal," ungkap AKP Adib Widayaka.
Langkah proaktif ini menegaskan peran Polri bukan sekadar sebagai pelindung keamanan, melainkan juga sebagai mitra strategis masyarakat dalam menyukseskan swasembada pangan nasional. Dengan pendampingan yang konsisten, Polres Bima optimistis ketahanan pangan di wilayah Kabupaten Bima dapat tetap terjaga di tengah tantangan iklim, sekaligus menjadi motor penggerak ekonomi bagi masyarakat lokal.

Tidak ada komentar
Posting Komentar