BIMA, NTB.- Personel Polsek Monta, Polres Bima, Polda NTB, meringkus seorang residivis yang diduga menjadi pelaku pencurian sepeda motor sekaligus spesialis pembongkaran rumah yang meresahkan warga di wilayah hukum Polsek Monta.
Terduga pelaku berinisial JD (25), warga Desa Tolouwi, Kecamatan Monta, Kabupaten Bima, diringkus pada Rabu, 9 September 2026, sekitar pukul 19.00 Wita di Desa Monta.
Penangkapan bermula dari informasi warga yang melaporkan keberadaan JD di Desa Tangga. Petugas yang menerima laporan langsung bergerak ke lokasi dan menggerebek terduga pelaku.
"Yang bersangkutan diamankan setelah petugas mendapatkan informasi dari masyarakat terkait keberadaan terduga pelaku yang saat itu sedang berada di Desa Tangga," ujar Kapolsek Monta AKP Sudirman, S.H., [saat dikonfirmasi, Kamis (10/9/2026)].
Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, JD diduga melakukan serangkaian aksi kejahatan di sejumlah lokasi berbeda. Ia tercatat melakukan pencurian sepeda motor di dua tempat kejadian perkara (TKP), yakni di Desa Monta pada 28 Juli 2026 dan di Desa Tangga pada 11 Juli 2026.
Selain itu, JD juga diduga mencuri dua unit handphone di Desa Tolouwi.
Yang menonjol, hasil interogasi awal mengungkap aksi JD tidak berhenti di tiga TKP yang dilaporkan ke Polsek Monta. Masih ada TKP lain yang belum dilaporkan, salah satunya pembobolan toko di Desa Tolouwi.
Temuan itu menempatkan JD sebagai residivis dengan modus kejahatan bervariasi — mulai dari curanmor, pembongkaran rumah, pencurian handphone, hingga pembobolan toko — dan beroperasi lintas desa dalam rentang waktu relatif singkat.
Petugas menyita sejumlah barang bukti, salah satunya satu unit handphone jenis iPhone. Barang bukti lain masih didalami penyidik.
Penangkapan terduga pelaku dibenarkan Kapolres Bima AKBP Muhammad Anton Bhayangkara Gaisar, S.I.K., M.H., melalui Kapolsek Monta AKP Sudirman, S.H.
"Saat ini terduga pelaku beserta barang bukti diamankan di Mapolsek Monta untuk menjalani proses hukum lebih lanjut," kata Sudirman.
Polisi masih mendalami kemungkinan adanya TKP dan korban lain yang belum terungkap.

Tidak ada komentar
Posting Komentar