![]() |
BIMA, NTB.- Sebagai wujud ketegasan institusi Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) dalam menegakkan disiplin, kode etik, serta menjaga marwah organisasi Polres Bima Kabupaten Polda NTB menggelar Upacara pemberhentian dengan tidak Hormat.
Upacara PTDH bagi tiga anggota personel itu dipimpin langsung oleh Kapolres Bima AKBP Muhammad Anton Bhayangkara Gaisar S.I.K.M.H. pada Selasa 6 Oktober 2026 sekira pukul 07.30.Witq di lapangan apel Mapolres Bima Kabupaten.
Adapun tiga personel yang di PTDH masing-masing berinisial MR, HF dan NA, ketiganya dinilai melakukan pelanggaran berat berupa kode etik profesi Polri/ inabsensia.
Dalam amanatnya, Kapolres Bima AKBP Muhammad Anton Bhayangkara Gaisar S.I.K, M.H., mengatakan seluruh personel yang berdiri hari ini adalah pribadi-pribadi yang diberikan kehormatan oleh Negara mengemban tugas sebagai pelindung, pengayom dan pelayan masyarakat
Lanjutnya tidak semua orang mendapatkan kesempatan ini.oleh karena itu seragam yang kita kenakan sejatinya adalah simbol kepercayaan dan kehormatan yang berikan bangsa dan negara.
Namun pada hari ini kita dihadapkan pada kenyataan yang kita tidak inginkan bersama yaitu upacara pemberhentian dengan tidak Hormat.
""Namun demi kepastian dan menjaga citra dan wibawa Polri maka keputusan PTDH harus diberikan dan dilaksanakan". Tegasnya.
Kapolres kembali menegaskan bawah keputusan ini tidak diambil secara serta Merta melainkan melalui proses panjang sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
"Setiap tindakan memiliki konsekuensi dan setiap pilihan yang diambil oleh setiap individu akan menentukan masa depannya sendiri". Kata Kapolres.
Untuk itu orang nomor satu di jajaran Polres Bima Kabupaten ini menekankan agar setiap personel menghindari segala bentuk pelanggaran dalam bentuk apapun.
"Saya tegaskan tidak ada kompromi bagi personel Polres Bima Kabupaten yang terlibat langsung maupun tidak langsung dalam peredaran gelap narkoba, saya pastikan akan mendapatkan tindakan tegas tanpa Kompromi". Kembali Kapolres menegaskan.
Selain itu Kapolres juga mengingatkan dan berpesan agar setiap personel Polres Bima melaksanakan tugas yang percayakan oleh negara dengan sebaik-baiknya.
"Hadirlah ditengah masyarakat sebagai penyejuk dan bukan untuk menakut-nakuti masyarakat". Terangnya.
Lanjutnya, dengan adanya kejadian ini kita jadikan pelajaran pahit yang tidak harus kita contoh
Diakhir amanatnya Kapolres kembali menegaskan, hindari segala bentuk pelanggaran yang mencoreng nama Institusi Polri yang kita banggakan dan jadilah insan Bhayangkara yang dekat dan dicintai oleh masyarakat.


Tidak ada komentar
Posting Komentar