Berdasarkan pantauan pada Sabtu (23/5/2026), situasi di wilayah perbatasan kedua desa mulai berangsur kondusif. Aktivitas masyarakat juga terlihat kembali berjalan normal di tengah pengamanan aparat kepolisian yang masih disiagakan di lokasi.
Upaya meredam gejolak dilakukan sejak Jumat (22/5) siang melalui pertemuan darurat yang digelar di Mapolsek Monta. Pertemuan tersebut dipimpin Kapolsek Monta AKP Sudirman, S.H., bersama Kapolsek Woha AKP Mukhtar dan dihadiri unsur Muspika, pemerintah desa, serta tokoh masyarakat dari kedua wilayah.
Dalam pertemuan itu, seluruh pihak sepakat mengedepankan langkah persuasif dan pendekatan kekeluargaan guna mencegah konflik meluas. Aparat juga mengimbau masyarakat agar tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang dapat memperkeruh suasana.
Sebagai tindak lanjut, Polres Bima melalui Polsek Woha dan Polsek Monta mengintensifkan patroli dialogis di titik-titik rawan dan pemukiman warga. Personel kepolisian menyampaikan pesan kamtibmas sekaligus mengajak masyarakat menjaga situasi tetap aman dan kondusif.
Di lokasi perbatasan yang sempat menjadi titik gesekan, pengamanan turut diperkuat dengan diterjunkannya personel Satuan Samapta (Satsamapta) Polres Bima. Kehadiran aparat bersenjata lengkap tersebut dilakukan sebagai langkah preventif untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat dan pengguna jalan yang melintas.
Tidak hanya aparat keamanan, pemerintah desa dari kedua pihak juga bergerak melakukan pembinaan terhadap para pemuda. Pada Sabtu (23/5), masing-masing desa mengumpulkan 20 perwakilan pemuda untuk diberikan pembinaan mental serta penyuluhan hukum sebagai upaya mendinginkan suasana.
Seorang tokoh masyarakat yang hadir dalam pertemuan mediasi menyampaikan bahwa hubungan persaudaraan antarwarga harus tetap dijaga.
“Kami tidak ingin ego kelompok merusak hubungan silaturahmi yang sudah terjalin lama antarwarga desa. Solusi terbaik adalah duduk bersama,” ujarnya.
Informasi yang dihimpun, proses islah atau perdamaian resmi secara kekeluargaan antara Desa Tenga dan Desa Baralau dijadwalkan berlangsung pada Senin (25/5/2026).
Meski demikian, aparat penegak hukum tetap melakukan pendalaman terhadap pihak-pihak yang diduga menjadi pemicu ketegangan. Satreskrim Polres Bima disebut tengah mengidentifikasi dan memburu oknum provokator guna mencegah kejadian serupa terulang kembali.
Para kepala desa dan tokoh masyarakat juga mengimbau warga agar tidak melindungi siapa pun yang terbukti melanggar hukum dan menyerahkan sepenuhnya proses penanganan kepada aparat berwenang.
Hingga berita ini diturunkan, situasi di perbatasan Desa Tenga dan Desa Baralau dilaporkan aman dan kondusif dengan aparat keamanan masih bersiaga di lapangan. (Red)

Tidak ada komentar
Posting Komentar